BATAS WAKTU PENGAJUAN LPJ BENDAHARA


BATAS WAKTU REKONSILIASI UAKPA


BATAS WAKTU PENGAJUAN SPM GAJI INDUK


BATAS WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN SALDO REKENING

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-13/PB/2014 tentang Mekanisme Penyelesaian dan Penatausahaan Retur SP2D Dalam Rangka Implementasi SPAN, retur SP2D adalah penolakan /pengembalian atas pemindahbukuan dan/atau transfer pencairan APBN dari Bank/Kantor Pos Penerima kepada Bank/Kantor Pos Pengirim.

Setelah mengetahui danya retur SP2D, KPPN menyampaikan Surat Pemberitahuan  Retur SP2D ke Kuasa PA/satker dengan dilampiri Daftar Retur SP2D. Berdasarkan surat pemberitahuan tsb, Kuasa PA/satker meneliti penyebab terjadinya retur SP2D. Penyebab terjadinya retur SP2D ada 2 (dua) macam, yaitu Rekening Dormant (rekening pasif) dan kesalahan data supplier.

Setelah mengetahui penyebab retur SP2D, Kuasa PA/satker melakukan hal-hal sebagai berikut :

Penyelesaian Retur SP2D

Langkah-langkah yang perlu dilakukan satker antara lain :

  1. Mengaktifkan kembali rekening yang pasif tsb melalui bank umum dan mencetak bukti pengaktifan kembali rekening ybs;
  2. Satker menyampaikan Surat Ralat/Perbaikan Rekening ke KPPN paling lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah Surat Pemberitahuan Retur SP2D diterima dengan dilampirkan:
    • Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM); dan
    • Surat bukti pengaktifan kembali atas rekening yang mengalami retur.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan satker antara lain :

  1. Satker melakukan perbaikan data supplier melalui Aplikasi SAS/GPP;
  2. Satker menyampaikan Surat Ralat/Perbaikan Rekening ke KPPN paling lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah Surat Pemberitahuan Retur SP2D diterima dengan dilampirkan:
    • Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM);
    • Surat Permintaan Perubahan Data Supplier (Apabila retur diakibatkan kesalahan nama rekening) / Surat Permintaan Penonaktifan Supplier (Apabila retur diakibatkan kesalahan nomor rekening); dan
    • ADK dan Cetakan SPM Dummy, yaitu SPM bernilai 1 (satu) Rupiah yang tujuannya hanya untuk mendaftarkan data supplier yang benar.