BATAS WAKTU PENGAJUAN LPJ BENDAHARA


BATAS WAKTU REKONSILIASI UAKPA


BATAS WAKTU PENGAJUAN SPM GAJI INDUK


BATAS WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN SALDO REKENING

Sejarah Singkat Kantor

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangangdg2 tanggal 23 Juli 2001 Nomor 442/KMK.01/2001 dan Keputusan Direktur Jenderal Anggaran Nomor KEP-34/A/2001 tanggal 1 Agustus 2001 tentang Penetapan Kantor Wilayah Direktorat JenderalAnggaran, Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara, dan Kantor Verifikasi Pelaksanaan Anggaran, Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN) Bangko mulai beroperasi pada tanggal 1 September 2002. Karena belum memiliki gedung sendiri, maka atas bantuan Pemerintah Kabupaten Merangin, KPKN Bangko menempati gedung Perpustakaan Daerah tepatnya di Jalan Lintas Sumtera KM1 Bangko. Pada awal tahun 2004 dimulailah pengadaan prasarana gedung kantor dengan lokasi pembangunan gedung di Jalan Diponegoro, Pematang Kandis – Bangko dan pada tanggal 08 Agustus 2005 telah diresmikan oleh Direktur Pengelolaan Kas Negara yang dalam hal ini adalah Bapak Drs. Tata Suntara, DESS.

Kemudian berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI tanggal 23 Juni 2004 Nomor 303/KMK.01/2004 terjadi perubahan nomenklatur nama kantor dari Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN) Bangko menjadi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bangko. Terakhir berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 169/KMK.01/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan, KPPN Bangko yang merupakan KPPN Tipe A2 yang terdiri 4 (empat) unit eselon IV yaitu Seksi Pencairan Dana dan Manajemen Satker, Seksi Bank, Seksi Verifikasi Akuntansi dan Kepatuhan Internal, dan Sub Bagian Umum.

Selanjutnya, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan  Nomor KEP-163/PB/2012 tentang Penetapan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Percontohan di Lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Tahap VI terhitung tanggal 01 Oktober 2012 KPPN Bangko ditetapkan statusnya menjadi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Percontohan dan pada tahun 2014 meraih Predikat sebagai Unit Kerja Berpredikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani).

KPPN Bangko sebagai salah satu kantor vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan mengemban sebagian tugas Kuasa Bendahara Umum Negara (KBUN) di daerah merupakan ujung tombak pelayanan publik yang mempunyai peranan sangat penting dalam memberikan pelayanan berupa pencairan dana APBN, penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara, penyusunan laporan keuangan kantor/satuan kerja instansi pemerintah serta memberikan bimbingan teknis terkait pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBN.

Dengan adanya reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan, KPPN Bangko sebagai instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan di daerah harus mampu memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat/mitra kerja/stakeholders/satuan kerja terutama dalam percepatan penyaluran dana APBN, penatausahaan seluruh transaksi penerimaan dan pengeluaran negara serta penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan APBN.

Adapun nama-nama Kepala KPPN Bangkprofil2o definitif yang pernah menjabat dari mulai berdirinya KPPN Bangko sampai dengan sekarang adalah sebagai berikut:

  • Tuah Natal Gultom (2002-2007)
  • Bambang Mulyanto (2007-2008)
  • Chomnur Susanto (2008-2009)
  • Muksin (2009-2011)
  • Hemidon (2011-2013)
  • Budiman (2014-sekarang)

 

Kondisi Geografis

pro3KPPN Bangko berada di Kota Bangko yang merupakan ibukota Kabupaten Merangin. Kabupaten Merangin terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1999 yang merupakan pemekaran Kabupaten Sarolangun Bangko (Sarko). Kabupaten Merangin secara geografis terletak antara 101°32’39” – 102°38’35” Bujur Timur dan 1°39’23” – 2°46’9” Lintang Selatan. Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bungo, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Sarolangun, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Lebong dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kerinci.

Berdasarkan data dari Katalog BPS No.1102001.1502 yang dikeluarkan oleh BPS Kab. Merangin pada tahun 2015, Luas wilayah Kabupaten Merangin adalah 7.679 km2 yang terdiri dari dataran rendah seluas 4.607 Km2 (60%), dan dataran tinggi seluas 3.072 Km2 (40%) serta letak ketinggian berkisar 10 m – 2.935 m di atas permukaan air laut. Di bagian timur dan utara kabupaten merupakan dataran rendah dengan temperatur 300C, sedangkan bagian barat adalah termasuk dalam deretan pegunungan Bukit Barisan yang temperaturnya maksimum 270C.

Jumlah penduduk Kabupaten Merangin adalah 360.187 jiwa dengan perbandingan untuk jenis kelamin laki-laki lebih banyak 5% dibandingkan jenis kelamin perempuan. Sumber penghasilan  penduduk sebagian besar dari sektor pertanian dan perikanan.

pro4Iklim Kabupaten Merangin bertipe A (Sckind Ferguson) dengan curah hujan pada dataran rendah berkisar antara 2.200 mm sampai 3.200 mm, sedangkan pada daerah perbukitan curah hujan antara 1.600 mm sampai 3.600 mm per tahun. Letak Kota Bangko sangat strategis, karena dilalui jalan Lintas Tengah Sumatera yang menghubungkan kota-kota di Propinsi Sumatera Selatan (Lubuk Linggau) dan Sumatera Barat (Padang). Kabupaten Merangin di bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Tebo dan Bungo, di bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Sarolangun, di bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Muko-Muko (Bengkulu) dan di bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Kerinci. Secara geografis, wilayah kerja KPPN Bangko meliputi Kabupaten Merangin dan Kabupaten Sarolangun.